Seumur Jagung, Perbaikan Ruas Jalan Lempasing Padang Cermin Dinas BMBK Lampung Rusak Parah Berlubang Dan Bergelombang.

17
0

Bandarlampung,– INFONUSANTARA.co.id– Perbaikan ruas Jalan di sepanjang Lempasing – Padang Cermin ditengarai telah dikerjakan asal-asalan, Pekerjaan yang baru seumur jagung itu kembali mengalami kerusakan yang cukup Parah, Tambal sulam yang kembali berlubang dan bergelombang menjadi Pemandangan sepanjang jalan yang dilalui Para wisatawan, jalan yang banyak objek wisata bahari di provinsi Lampung itu seharusnya menjadi sarana pendukung, justru bergelombang dan banyak lubang yang cukup besar.

Proyek Rehabilitasi Jalan Lempasing – Padang cermin Dinas Bina Marga Provinsi Lampung yang dikerjakan oleh kontraktor CV. GMS dengan nilai kontrak Rp. 3.174.866.000 terpantau di LPSE Lampung, dengan nilai yang cukup besar pekerjaan tambal sulam di ruas tersebut menjadi pertanyaan besar para pengguna jalan dan masyarakat.

Pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan pengguna jalan yang banyak menuju objek wisata tersebut, Saat ini banyak sudah memakan korban, seperti wawancara media ini kepada, ” Hanifa warga setempat mengatakan, akibat dari banyaknya lubang di jalan, sering terjadi kecelakaan lalu lintas, khususnya pada malam hari.

“Sering kecelakaan disini mas kalau malam, apalagi lubang yang di jembatan itu, kalau pengendara dari arah Pasar Hanura sering masuk dalam lubang jalan, karena lubangnya gak kelihatan,” ungkapnya saat di wawancara, Selasa (15/11/2022).

Lebih lanjut Hanifa mengatakan, jalan di Hanura ini belum lama di perbaiki, tapi sudah berlubang lagi.

“Belum lama ini di tambal-tambal itu jalan mas, sekarang malah banyak lubangnya lagi,” ucapnya.

Anton salah satu Pengendara yang sedang melintas saat di wawancarai, meminta kepada aparat terkait untuk mengecek pekerjaan yang baru seumur jagung sudah kembali rusak, “Coba kepada Aparat Terkait untuk melihat sendiri pekerjaan dengan nilai yang cukup besar, bukannya tambah beres, malah tambah parah, padahal pekerjaan ini umurnya baru beberapa bulan”, Ungkap Anton yang kesehariannya melintasi jalan tersebut. (tim)