Petani Kecamatan Banyumas Keluhkan Langkanya Pupuk Bersubsidi.

95
0

Pringsewu,– INFONUSANTARA.co.id– Kelangkaan pupuk bersubsidi, naiknya harga serta sulit untuk memperolehnya, membuat sejumlah para petani padi di kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu terpaksa harus beralih memakai Pupuk nonsubsidi, Minggu (26/6/22).

Atas hal itu, terpaksa para petani harus membeli pupuk urea dengan harga relatif mahal, yaitu seharga Rp.320ribu, dari harga sebelumnya yaitu Rp.120ribu per sak nya.

Kenaikkan harga tersebut membuat sejumlah petani di Banyumas berkurang pendapatan hasil panennya sebab, tingginya harga pupuk tidak sebanding dengan harga gabah yang begitu murah, yaitu Rp.450ribu per kwintal.

Selain itu, kenaikan harga obat obatan termasuk jadi penyebab pendapatan petani jadi berkurang.

Termasuk serangan hama walang sangit, membuat mereka harus lebih berhati-hati dalam memelihara tanaman padi mereka.

Selain itu, luapan sungai way waya kerap membanjiri area lahan persawahan milik warga sekitar bantaran sungai.

“Harga pupuk naik, sementara harga gabah murah yaitu Rp.450ribu. Termasuk harga obat obatan ikut naik, hingga pendapatan hasil panen jelas turun, “ucap Jumiko petani asal pekon Banyuwangi. (Yongki).