Bupati Pringsewu Resmikan Taman Jomblo, Minta Tempat Wisata Tonjolkan Ciri Khas

66
0

Pringsewu,– INFONUSANTARA.co.id.– Bupati Pringsewu H.Sujadi meminta tempat-tempat wisata di Bumi Jejama Secancanan menonjolkan ciri khas dimana setiap pengunjung selain dapat terpuaskan mata lahirnya, juga terpuaskan mata batinnya.

Permintaan ini disampaikannya saat meresmikan Taman Jomblo di Dusun Banjarsari, Pekon Sriwungu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Senin (25/1/21).

Bupati Pringsewu pada acara peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita, juga mengatakan Kabupaten Pringsewu memiliki berbagai macam potensi wisata, baik itu wisata sejarah, wisata edukasi, wisata kesehatan, wisata alam, dan lain sebagainya.

Namun demikian, konsep wisata di Kabupaten Pringsewu harus jelas, yakni diantara yang satu dengan yang lainnya saling mendukung satu sama lain, selain itu harus mampu berinovasi“, ujarnya.

Sujadi juga membeberkan keunggulan yang dimiliki Pringsewu, yakni tingkat keamanan dan kenyamanan yang dinilai cukup tinggi, yang juga disebutnya sebagai modal utama.

Saya meminta DisporaPar Pringsewu untuk mengajak pokdarwis yang ada untuk berdiskusi mengenai bagaimana caranya agar Kabupaten Pringsewu betul-betul menjadi destinasi wisata yang patut dibanggakan di Provinsi Lampung ini“, tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pringsewu Suherman, SE yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengungkapkan kebanggaannya bahwa di Kecamatan Banyumas bermunculan taman rekreasi yang berasal dari masyarakat, yakni Saung Cempedak, Tirta Asri dan Taman Jomblo sendiri.

Keberadaannya, kata Suherman. membawa banyak manfaat karena menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Namun demikian, ia meminta diantara taman wisata yang ada untuk dapat bersatu serta meningkatkan kebersamaan, sehingga akan membawa keberkahan.

Dalam pada itu, pengelola Taman Jomblo H.Zaenal Abidin pada acara yang dihadiri oleh KadisporaPar Pringsewu Jahron, S.Pd., Camat Banyumas Hartoyo, S.Pd. beserta kepala pekon dan dilakukan secara terbatas terutama jumlah undangan dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat ini, mengungkapkan bahwa sebagian besar pengelolaan taman tersebut dilakukan oleh warga setempat, termasuk para pedagang di lokasi yang 75% adalah masyarakat Dusun Banjarsari, Pekon Sriwungu.

Terkait penanaman Taman Jomblo, diungkapkan pula oleh dia, bahwa sebagian besar pengelolanya adalah mereka yang berstatus lajang atau jomblo, termasuk pihak owner-nya, bahkan sebagian besar anggota pokdarwis-nya.

Selain itu, dalam kegiatan operasional, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dan ia juga akan menjadikan Taman Jomblo sebagai percontohan taman wisata di Kabupaten Pringsewu yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten, sebagaimana keinginan dan harapan Bupati Pringsewu.

Termasuk acara peresmian saat ini yang dibatasi jumlah undangan serta penerapan protokol kesehatan ketat. Sehingganya, bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti acara ini, dapat juga menyaksikan secara langsung melalui streaming dan YouTube“, katanya.(Bdr).