Bupati Pesawaran Dendi Laksanakan Shalat Idul Adha Di Masjid Al- Bahrie Brigit 4 Marinir Padang Cermin.

201
0

Pesawaran,– INFONUSANTARA.co.id– Perayaan Idul Adha identik dengan pemotongan hewan qurban, hal tersebut diperlukan pemahaman multidimensi atas makna dari pemotongan hewan qurban.

Demikian disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona usai melaksanakan shalat idul adha di Masjid Al-Bahrie Brigif 4 Marinir/BS Lampung di Desa Sanggi Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran,Ahad (10)07/2022).

Dikesempatan tersebut, Bupati Dendi Ramadhona juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran pada perayaan Lebaran Idul Adha 1443Hijriyah menjadi momentum untuk memusnahakan perilaku kebinatangan (Al-Bahimiyah) dalam diri.

“Harus kita pahami makna lain dari penyembelihan hewan qurban ini, satu diantaranya yang menarik adalah soal menghilangkan perilaku kebinatangan (Al-Bahimiyah) dan perilaku syaitoniyah (setan) dari diri manusia, yakni keserakahan serta ketakabburan,” kata dia.

Menurutnya, dari waktu-ke waktu manusia selalu saja terjebak kepada sifat-sifat hewani, terlebih sifat keangkuhan, merasa hebat sehingga enggan menasehati dan merasa tidak perlu menerima nasehat, maka dari itu perlunya mengintropeksi diri, dan selalu senantiasa menjalankan perintah Allah Subkhanahu Wa Ta’ala sehingga sifat-sifat tercela tersebut dapat menghilang dari diri.

“Dalam membangun Kabupaten Pesawaran, kami juga membutuhkan kerelaan serta segala masukan dari seluruh masyarakat Pesawaran, untuk memberikan kontribusi positif, sehingga terjadi interaksi saling memberi manfaat bagi sesama masyarakat dan masyarakat dengan pemerintah, demi mempercepat pembangunan di berbagai bidang,” ujar dia.

Pada perayaan Idul Adha 1443Hijriyah kali ini Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan hewan qurban berupa 11 ekor sapi dan 5 ekor kambing yang disebar dibeberapa titik pemotongan hewan di tengah masyarakat Bumi Andan Jejama.

“Kita juga perlu memahami, sudah sejauh mana kita mampu berkorban untuk sesama, maka dari itu, hewan yang kita korbankan pada hari ini adalah sebagai representasi, yang mengandung makna untuk membantu mereka yang membutuhkan, hal tersebut merupakan wujud kecintaan kepada Allah Subkhanahu Wa Ta’ala yang diaktualisasikan dalam kecintaan terhadap sesama umat manusia,” tegas dia.(Bdr).